Kamis, 21 April 2016

Apa itu Generasi Millennial?

Apa itu Generasi Millennial?
 
Generasi Millennial atau sering juga disebut Millennials saja, adalah sebuah istilah yang populer menggantikan istilah Generasi Y (GenY).
Apa pula Generasi Y ini?
Nah, ketahuan kamu jarang membaca bro! #duh!

Generasi Y adalah cohort (kelompok demografis) yang lahir setelah Generasi X (umum kita sebut ABG, Angkatan Bapak Gue!)

Menurut para peneliti sosial, generasi Y atau Millennials ini lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000. Dengan kata lain, generasi millennial ini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Berarti aku dan kamu juga bagian dari Millenials.



Apa itu Generasi Millennial?


Akhir-akhir ini generasi kita banyak diperbincangkan, mulai dari segi pendidikan, moral & budaya, etika kerja, ketahanan mental dan penggunaan teknologi. Semua itu karena generasi kita sangat jauh berbeda dari generasi X dan baby boomer, para senior-senior kita ini tampaknya mulai kerepotan menghadapi serbuan kita, para Millenials.

Sejalan dengan itu, banyak fakta dan mitos yang beredar tentang generasi Millennial, tidak semuanya benar dan tidak sepenuhnya salah.
Selain mitos, generasi yang lebih tua sering mencap para millennials dengan stereotype yang sama, yaitu malas dan narsis!


Generasi Millenial memiliki karakteristik yang khas, kita lahir di zaman TV sudah berwarna dan memakai remote, sejak masa sekolah sudah menggunakan handphone, sekarang tiap tahun ganti smartphone dan internet menjadi kebutuhan pokok, berusaha untuk selalu terkoneksi di manapun, eksistensi sosial ditentukan dari jumlah follower dan like, punya tokoh idola, afeksi pada genre musik dan budaya pop yang sedang hype, ikut latah #hashstag ini #hashtag anu, pray for ini dan anu, dan semua gejala-gejala kekinian yang tak habis-habisnya membuat generasi orangtua kita kebingungan mengikutinya.


Apa itu Generasi Millennial?




Namun dibalik itu semua, ada banyak hal negatif yang disoroti oleh generasi-generasi yang lebih tua dari kita.

Millennials dinilai cenderung cuek pada keadaan sosial, mengejar kebanggaan akan merk/brand tertentu padahal orangtuanya makan dua kali sehari saja sudah bersyukur. Pulang kuliah/ kerja nongkrong di Starb*cks, padahal di kosan hanya makan mie instan.

Cuek aja, yang penting gaya. Yang penting eksis di media sosial. Yang penting follower-nya banyak. Sekolah atau kuliah cuma jadi ajang pamer harta orang tua (untuk yang berpunya), dan jadi perjuangan untuk yang tipe BPJS. Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita!

Cuek juga terhadap perkembangan politik dan ekonomi, setiap pemilu cenderung golput. Cenderung meninggalkan nilai-nilai budaya dan agama, mengejar nilai-nilai kebebasan, hedonisme, party dan pergaulan bebas.



Generasi kita juga dikenal cenderung idealis, egosentris, terlampau optimis dan tidak realistis. Saat terbentur masalah cenderung berpikir pendek, cari jalan pintas dan lari dari kenyataan sambil bernyanyi “lumpuhkanlah ingatanku...”

Apakah benar demikian?
Sekali lagi, itulah stereotype dari generasi yang lebih tua terhadap generasi kita. Kamu dan aku perlu membuktikan bahwa tidak semua anak muda seperti itu. Buktikan dengan cara apa?

Berkarya!
Tunjukkan apapun yang menjadi passion-mu pada dunia, pada lingkunganmu dan pada orangtuamu. Kita muda, kita enerjik, dan kita punya banyak ide untuk diwujudkan.
Apa itu Generasi Millennials

That’s all folks!
Itulah sedikit pemahaman tentang generasi kita, Millennials. Semoga bisa menambah wawasan dan membuka pikiran kamu tentang identitas generasimu. Stop jadi anak muda yang labil dan mulailah berkarya!

13 komentar

great... tinggalkan kelabilan dan mulai berkarya. goog artikel.

Suka dengan gaya tulisannya ,, sangat bagus.

Ane masuk generasi milenials dong!! Wkwkwk

Pulang kerja nongrong di StarBucks, padahal dirumah makan mie instan

jarang nemu artikel keren gini

Thanks bro!
Selamat datang dan salam kenal :)

Hahaha, ini nih stereotype nya anak Millennials :D

Wkwkwk... Gaya penulisnya menarik minat gw baca ampe akhir. Yang Mana gw tergolong anak milineal yg males baca tapi kepo tingkat dewa.

sama-sama, terimakasih sudah mampir :)

terimakasih ya :)
punya rasa ingin tahu itu bagus loh, tinggal menemukan media yang tepat untuk minat kita saja. :)


EmoticonEmoticon