Sabtu, 28 Oktober 2017

Draconius GO Review, Lebih Baik dan Lebih Asyik dari Pokemon GO

Tidak terasa sudah lebih setahun Pokemon Go mengguncang dunia mobile gaming di platform Android dan iOS. Pokemon Go bahkan telah menjadi game terlaris sepanjang masa yang di download lebih dari setengah milyar pengguna. Meski demikian, Pokemon Go juga menghadapi kritik dan complaint yang tidak sedikit dari penggunanya. Niantic selaku developer game berbasis Augmented Reality ini dituduh arogan dan tidak mendengarkan kebutuhan pengguna setia Pokemon Go. Puncaknya, Draconius GO muncul dan menjadi pesaing baru Pokemon GO. Siapa di balik game Draconius Go ini? Simak reviewnya:



Draconius GO: Game AR Baru Yang Mirip Pokemon GO


Sekilas, Draconius GO akan terlihat seperti salah satu rip off (bajakan/tiruan) dari game besutan Niantic, Pokemon GO. Basis kedua permainan ini sama-sama menjelajah dunia Augmented Reality untuk mencari dan menangkap monster-monster fantasi sebanyak mungkin, melatihnya, lalu bertarung menguasai area tertentu (Arena di Draconius GO, Gym di Pokemon GO).

draconius go review mirip pokemon go


Draconius GO lebih bagus dari Pokemon GO?

Tapi ternyata, Draconius GO lebih dari sekedar itu. Bahkan banyak gamer yang  merasa Draconius Go justru lebih baik dari Pokemon GO dengan berbagai kelebihan-kelebihan yang selama ini diharapkan pemain Pokemon GO untuk dirilis oleh Niantic.

Draconius GO punya fitur PvP (bertarung antar player di luar arena/gym)

Salah satu fitur pamungkas dari Draconius GO yang berhasil menarik perhatian banyak pemain Pokemon GO adalah fitur PvP atau Player vs. Player yang memungkinkan para pemain untuk bertarung mengadu monster-monsternya di luar arena (gym). Pokemon GO sudah lama menjanjikan fitur ini, namun hingga hari ini juga, Niantic belum juga merilis fitur ini.

draconius go review mirip pokemon go


Banyak pemain game Pokemon GO menyayangkan manajemen Niantic sebagai developer Pokemon GO yang dinilai arogan dan tidak mendengarkan keluhan para penggunanya. Tidak heran saat ada pesaing baru muncul dengan menghadirkan fitur PvP, para pemain Pokemon GO pun memutar haluan.

Silahkan download game Draconius GO dari link di bawah ini:



Kemiripan Draconius GO dengan Pokemon GO

Meski developer Draconius GO, Eyland, mengaku bahwa game ini dikembangkan dari nol dengan source code tersendiri, namun kita bisa jelas-jelas melihat kemiripan di antara keduanya.

  1. Draconius GO berbasis Augmented Reality, pemain harus benar-benar bergerak menjelajah dunia nyata untuk bisa berpindah tempat dan berinteraksi dengan fitur permainan.
  2. Draconius GO memberikan fitur avatar pemain yang bisa dikustomisasi (laki/perempuan) dan menggunakan sistem EXP (experience) yang akan menaikkan level pemain setelah mencapai tingkat EXP tertentu (tergantung level) seperti di Pokemon GO
  3. Draconius GO menghadirkan monster-monster fantasi yang bisa ditangkap dan dilatih untuk bertarung.
  4. Draconius GO memiliki fitur-fitur AR seperti Pilar (PokeStop) yang mengeluarkan item dan Arena (Gym) sebagai tempat bertarung dan perebutan area
  5. Monster-monster di Draconius GO bisa di-upgrade (power up) dengan sistem yang mirip dengan Stardust di Pokemon GO
  6. Draconius GO juga memilik fitur in-app shop yang menyediakan item-item premium seperti di Pokemon GO
  7. Draconius GO juga memiliki item egg (telur) yang bisa ditetaskan menjadi monster seperti di Pokemon GO

draconius go review mirip pokemon go


Keunggulan Draconius GO dibandingkan Pokemon GO

Seperti yang diungkapkan oleh Eyland, Draconius GO merupakan 'game original' dengan konsep yang 'mirip' namun lebih baik dan lebih maju dari pada Pokemon GO. Berikut adalah beberapa keunggulan Draconius GO dibandingkan Pokemon GO:
  1. Source code Draconius GO lebih compact dan ringan, sehingga game ini berjalan sangat mulus dan terasa begitu halus. Tidak seperti Pokemon GO yang sering tidak stabil dan cenderung patah-patah meskipun dimainkan di ponsel yang spesifikasinya cukup baik.
  2. Draconius GO menjawab kekecewaan pemain Pokemon GO yang tinggal di pinggiran kota dan jauh dari keramaian. Di game Draconius GO, hampir setiap 200 meter tersedia Pilar (seperti Poke Stop di Pokemon GO), begitu juga dengan Arena (seperti Gym di Pokemon GO) yang tersebar merata, sehingga pemain yang rumahnya jauh dari keramaian juga bisa menikmati permainan ini.
  3. Tingkat kemunculan monster (spawn rate) di Draconius GO lebih tinggi dari Pokemon GO, sehingga permainan ini lebih menarik.
  4. Draconius GO menghadirkan fitur-fitur baru yang tidak ada di Pokemon GO seperti:
    1. PvP atau Player vs. Player yang memungkinkan pemain untuk bertarung di luar Arena (Gym)
    2. Daily Quest, yaitu quest atau misi harian yang bisa kamu selesaikan untuk mendapatkan tambahan EXP dan rewards.
    3. Rift atau portal ke dunia lain. Saat kamu menjelajah di Draconius GO kamu akan menemukan portal yang bisa kamu masuki dan mengubah dunia di sekitarmu menjadi area baru yang lebih menantang dan memberi banyak rewards.
    4. Mother of Dragon, di Draconius GO kamu bisa menemukan telur yang berbeda (Ancient Egg) yang tidak bisa ditetaskan dengan inkubator biasa namun harus diberikan kepada Mother of Dragon untuk dierami, telur ini tentunya akan menjadi monster yang sangat kuat dibandingkan monster biasa. Mother of Dragon sendiri akan kamu temui setelah masuk ke dalam salah satu Rift atau portal.
    5. Spells, di Draconius GO kamu akan menemukan fitur Spell yang bisa kamu gunakan untuk berbagai jenis manfaat seperti memperkuat monster atau menambah keunggulan dalam berduel dan masih banyak lagi.
    6. Treasures, seiring kamu menjelajah, di Draconius GO kamu bisa menemukan harta karun yang tidak terduga. Semakin sering kamu bermain, semakin besar peluangmu mendapatkannya.
  5. Secara keseluruhan, Draconius GO lebih matang dari segi desain dan manajemen daya aplikasi. Terbukti dari pemakaiannya yang hemat daya (tidak seperti Pokemon GO yang boros baterai) dan tidak membuat gadget cepat panas.

Kekurangan atau kelemahan Draconius GO

Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada yang sempurna, demikian juga dengan Draconius GO. Di balik semua keunggulan tadi, game ini juga memiliki kekurangan yang masih perlu untuk dibenahi.
  1. Sistem pelemparan bola (seperti Poke Ball) yang masih agak aneh, karena mungkin sistem physic-nya belum begitu bagus sehingga agak kurang singkron dengan momentum slide di layar dengan kecepatan lempar bola ke monster. Pengguna baru biasanya akan sedikit terganggu dengan ini, namun seiring waktu akan lebih terbiasa.
  2. Graphic atau desai visualnya sangat cartoon-ish, terlihat sangat kekanak-kanakan. Beberapa orang kurang menyukai desain ini meski animasinya lebih halus dibandingkan Pokemon GO.
  3. Sistem PvP masih sangat unbalanced. Mungkin karena fitur ini sendiri masih tergolong baru, bahkan Pokemon GO sendiri belum memilikinya, sehingga membutuhkan beberapa waktu untuk kalibrasi.

Draconius GO berpotensi menjadi rival Pokemon GO

Terlepas dari sisi legalnya, Draconius GO sebenarnya bisa menjadi pesaing positif yang memberi tamparan untuk Niantic agar segera memperhatikan pengembangan Pokemon GO. Sebuah developer kecil seperti Eyland saja mampu menghasilkan sebuah game yang begitu matang dan berisi fitur-fitur yang sudah lama diharap-harapkan muncul di Pokemon GO, masakan Niantic sebagai developer kelas dunia yang telah meraup Miliaran USD tidak bisa memberi hasil yang lebih baik?


EmoticonEmoticon