Sabtu, 23 September 2017

Bagaimana Cara Mengetahui Kebohongan Seseorang ?

Kebohongan merupakan salah satu 'dosa klasik' yang paling tidak disukai semua orang. Tidak ada orang yang suka dibohongi, meskipun sejujurnya tidak ada seorangpun yang tidak pernah berbohong, bahkan tidak sedikit yang setiap hari hidup dengan kebohongan itu sendiri. Jadi, bagaimana cara mengetahui kebohongan seseorang?



Bagaimana Cara Mengetahui Kebohongan Seseorang?

Dalam beberapa skenario kebohongan, seringkali kata-kata itu tersusun begitu rapi dan terucapkan begitu alami, sehingga sulit untuk membedakan kebenaran dan kebohongan hanya lewat kata-kata. Apalagi saat kita menghadapi seorang yang biasa berbohong. Di masa lampau mengetahui kebohongan mungkin lebih sulit, karena generasi terdahulu lebih biasa berbicara secara langsung. Generasi Millennials yang sejak kecil akrab dengan gadget, biasanya lebih mudah untuk diketahui kebohongannya saat dikonfrontasi secara langsung.

Kalau kita ingin mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak, maka petunjuk yang kita perhatikan adalah gerak-gerik atau bahasa tubuh orang tersebut. Karena dalam komunikasi, sangat sulit untuk secara sadar mengendalikan bahasa verbal dan bahasa tubuh sekaligus. Jadi bila orang tersebut fokus untuk 'mengarang' ceritanya melalui kata-kata (verbal), maka dia cenderung tidak bisa atau tidak sadar dengan bahasa tubuhnya.

Baca juga > Cara Membuat Orang Yang Marah Menjadi Baik

cara mengetahui kebohongan seseorang

Mengetahui Kebohongan Dari Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh atau gerak-gerik mana yang perlu kita perhatikan untuk bisa menangkap kebohongan seseorang? Berikut ini ada beberapa gerak-gerik paling umum yang dilakukan orang-orang secara tidak sadar ketika mereka berbohong.

Menggaruk bagian belakang leher

Pada saat mulut kita mengucapkan hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan, otak kita mengirimkan sinyal yang membuat kita gelisah. Hal ini sebenarnya merupakan alarm dari tubuh yang membantu mengingatkan apabila kita salah dalam melakukan atau mengucapkan sesuatu. Namun seseorang yang ingin berbohong tentu ingin melawan perasaan gelisah ini sehingga bagian belakang leher dan telinganya merasakan sinyal-sinyal perlawanan tadi. Tapi, bagi pembohong yang sudah biasa berbohong, hal ini mungkin sudah dipelajarinya dan sengaja dihindari.

Menyentuh bagian-bagian wajah secara berulang

Sama seperti di atas, otak mengirimkan sinyal bahwa ada yang salah, namun individu yang berbohong berusaha menampik sinyal itu dengan menyentuh bagian-bagian wajahnya seperti dagu, leher, pipi dan kening. Pokoknya, perhatikan bila tangannya tidak jauh-jauh dari sekitar wajahnya, kemungkinan besar dia sedang berbohong.

Menutup mulut tanpa sadar

Yang satu ini umumnya muncul pada anak-anak atau kaum hawa yang polos. Karena terkadang kita berbohong bukan karena kita jahat, tapi mungkin karena kita tidak ingin menyakiti perasaan orang lain. Seperti biasa, saat kita berbohong, otak mengirimkan sinyal untuk membantu kita mengetahui bahwa yang kita ucapkan itu salah, namun anak-anak atau perempuan umumnya tanpa sadar merespon sinyal itu dengan sedikit menutup mulutnya saat hampir selesai atau baru selesai mengucapkan kebohongan.

Memegang-megang hidung

Ingat Pinokio? Ya, si boneka kayu yang apabila dia berbohong maka hidungnya akan memanjang? Cerita anak-anak ini bukan tidak berdasar, para ilmuwan dari Smell and Taste Treatment and Research Foundation di Chicago menemukan bahwa pada saat manusia berbohong, pada umumnya lapisan otot wajah sekitar hidungnya akan menebal dan menegang karena rasa cemas. Jadi, apabila orang yang sedang berbicara denganmu mendadak memegang-megang  hidungnya, bisa jadi dia sedang berbohong.

Melonggarkan kerah kemeja

Nah, ini masih berkaitan dengan menegangnya lapisan otot pada saat berbohong. Bukan hanya sekitar hidung, biasanya lapisan otot sekitar leher juga akan menegang sehingga membuat orang yang memakai kemeja jadi ingin sedikit melonggarkan kemejanya. Bukan hanya otot yang menjadi kaku, seringkali mereka yang berbohong akan mudah gerah dan keringatan, jadi perhatikan bila orang yang sedang bicara tiba-tiba melonggarkan kerah kemejanya, kemungkinan dia sedang berbohong.

Menggosok-gosokkan mata

Mirip dengan menutup mulut tadi, hal ini umumnya terbawa dari kebiasaan masa kecil. Pada saat seseorang berbohong, umumnya dia menghindari kontak mata langsung. Tapi, para pembohong juga menyadari apabila mereka mengucapkan sesuatu dengan menghindari kontak mata langsung, maka kebohongan mereka akan mudah diketahui. Jadi mereka berusaha melakukan kontak mata, namun sesekali menggosok-gosok atau sekedar menutup matanya untuk menghindari kontak mata tanpa terlalu terlihat sengaja menghindar.



Menggerakkan kepala secara tiba-tiba

Seperti yang tadi sudah kita ketahui, orang yang berbohong cenderung mengalami kecemasan sehingga otot sekitar wajah dan leher mereka menegang. Perasaan diawasi dan takut ketahuan juga membuat pembohong menjadi gelisah dan cenderung paranoid melihat ke kiri dan ke kanan secara tiba-tiba.

Menggerak-gerakkan kaki secara berlebih

Selain tubuh bagian atas, kamu juga bisa mengetahui kebohongan seseorang melalui gerak-gerik kakinya. Saat sedang duduk orang yang berbohong cenderung cemas dan tanpa sadar menggerak-gerakkan kakinya lebih banyak dari biasanya, berganti-ganti posisi kaki atau menggeser posisi duduk.

Orang menjadi kurang/sedikit tersenyum ketika berbohong

Hal ini mudah terlihat saat yang berbohong adalah orang yang cukup kita kenal dekat sebagai orang yang ceria. Banyak orang beranggapan kalau orang yang berbicara dengan tersenyum tidak serius dengan omongannya atau sengaja berbohong. Sehingga orang yang berbohong berusaha menghindari untuk tersenyum, namun karena tanpa sadar dia mengatur dirinya untuk tidak tersenyum, kekakuan itu muncul dan terlihat janggal.

cara mengetahui kebohongan seseorang

Cara Mengetahui Kebohongan Seseorang Melalui Cara Bicara

Selain melalui bahasa tubuh atau gerak-gerik seperti di atas, kita juga bisa mengetahui kebohongan seseorang melalui tutur kata atau cara bicaranya.

Baca juga > Cara Chat PDKT Yang Bikin Nyaman (via WhatsApp, BBM dan LINE)

Menjadi gagap dan inkonsisten

Saat seseorang berusaha mengarang sebuah kebohongan biasanya terdapat inkonsistensi dan kontradiksi dalam pernyataannya. Hal ini dikarenakan dia masih memikirkan potongan-potongan cerita rekaannya, sehingga seringkali orang yang berbohong cenderung mengeluarkan pernyataan yang sepotong-sepotong atau terbata-bata.

Tidak segera menjawab pertanyaan

Bila kamu menanyai seseorang sebuah pertanyaan yang cukup jelas namun orang tersebut berhenti sejenak dan tampak berpikir sebelum menjawab, bisa jadi dia memang berpikir sejenak untuk merencanakan sebuah kebohongan. Orang yang berbohong cenderung tidak langsung menjawab untuk menciptakan rangkaian kebohongan yang lebih rapi, terkadang mereka yang sudah mahir menutupi proses berpikir ini dengan tersenyum lebih dulu.

Terlalu banyak bicara dan menjelaskan sesuatu

Ada beberapa jenis orang yang ketika berbohong menjadi gugup dan mencoba menutupi kebohongannya dengan banyak berbicara atau menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar untuk menutupi celah kebohongannya. Jadi bila kamu memperhatikan seseorang menjawab sebuah pertanyaan lebih panjang dari yang diperlukan, bisa jadi orang tersebut sedang berbohong.

Mengulang-ulang kalimat

Orang yang merencanakan sebuah kebohongan biasanya sudah melatih kata-kata kebohongan yang hendak diucapkannya di dalam kepalanya. Tanpa disadarinya, pada saat dia mengutarakan kebohongannya itu, dia cenderung mengulang-ulang kalimat yang dilatihnya tadi.

Mengalihkan topik pembicaraan

Bila dilakukan dengan baik, besar kemungkinannya orang yang dibohongi tidak menyadarinya. Pembohong cenderung menghindari topik pembicaraan yang bisa mengorek kebohongannya, jadi mereka berusaha mengalihkan arah pembicaraan agar kebohongannya tidak terdeteksi.

Suaranya berubah

Beberapa orang yang tidak biasa berbohong cenderung merasa berat untuk mengucapkan kebohongan, terutama pada orang yang mereka sayangi atau hormati. Kerongkongan tercekat, suara yang menjadi lirih atau sebaliknya menjadi setengah berteriak, ini bisa menjadi tanda-tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.

Berusaha membalikkan fakta dan menyerang

Ini biasa terjadi pada pasangan atau teman dekat. Saat salah satunya sedang berbohong dan terus ditanyai biasanya mereka membalikkan fakta dan balik menuduh atau menyerang orang yang menanyai mereka. Terdengar tidak asing bukan?

Baca juga > Cara Membuat Wanita Penasaran Lewat PDKT Singkat

Mengetahui Kalau Seseorang Berbohong Itu Tidak Sulit

Seperti pepatah bilang: 'lidah itu tidak bertulang', tapi tubuh manusia bertulang. Manusia cenderung sangat sulit untuk bisa merekayasa bahasa verbal dan bahasa tubuh secara bersamaan. Jadi cara terbaik mengetahui kebohongan seseorang adalah melalui observasi, perhatikan gerak-gerik atau bahasa tubuhnya.


EmoticonEmoticon