Selasa, 18 Oktober 2016

Review Film: Inferno, Same Old Story. Run, Langdon! RUN!!


Review Film Inferno Tom Hanks Robert Langdon


Sudah 10 tahun berlalu sejak Tom Hanks mulai memerankan karakter Robert Langdon, sang profesor ahli simbol dan kode rahasia dari novel karangan penulis kontroversial, Dan Brown. The Da Vinci Code, Angels & Demons, The Lost Symbol dan yang terakhir, Inferno.

Di tengah popularitas bukunya yang semakin menurun, Robert Langdon kembali mencoba peruntungannya di layar lebar. Jujur saja, kali ini aku memang tidak membaca versi novelnya, entah kenapa bumbu-bumbu cerita khas Dan Brown yang sejak awal dipakainya meracik Da Vinci’s Code, Angel & Demons hingga The Lost Symbol terasa semakin ‘standar’. Meski begitu, saat aku melihat trailer Inferno, ‘rasa-rasa yang pernah ada’ itu muncul kembali. A Tom Hanks’ movie won’t hurt that much, will it?

Jadi aku mencoba berdamai dengan kepalaku untuk mengenyahkan review-review pedas yang ‘tak sengaja’ terlanjur kubaca beberapa waktu lalu. dan menunaikan niatku untuk menonton film ini.

Babak pertama Inferno dibuka dengan monolog dari Bertrand Zobrist (Ben Foster), seorang milyuner kharismatik yang terobsesi pada Dante, sang puitis legendaris dari zaman Renaisans - Itali kuno. Seperti biasa, semua novel Dan Brown memiliki ‘racunnya’ sendiri. The Da Vinci Code dengan Opus Dei, Angels & Demons dengan Illuminati, The Lost Symbol dengan Fremasons, sekarang Inferno, ya sesuai judulnya, dengan Inferno, salah satu bab puisi gubahan Dante.

Adegan monolog pembuka dari Zobrist ini kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga. Haha, pulang-pulang dari bioskop aku udah kena brainwash! Tapi isu over population yang diangkatnya itu memang nyata loh! Dan, yang membuat aku makin bergidik ngeri adalah fakta bahwa negara kita sendiri salah satu negara yang mengalami ancaman ini.

Sudah mulai merasa tidak nyaman?
Welcome to the main show! Adegan selanjutnya menunjukkan karakter jagoan kita, Prof Langdon sedang tepar di sebuah ranjang rumah sakit di antah berantah yang belakangan disadarinya adalah Firenze. Langdon baru siuman dengan kondisi kepala baru dijahit dan mengalami amnesia ringan, jadi dia tidak ingat apa yang terjadi dan mengapa dia bisa terluka. Beruntung si Langdon begitu melek langsung melototin dokter cantik Sienna Brooks (Felicity Jones). Semua ini patut disyukuri, karena mulai dari detik ini sampai ke akhir film yang berdurasi 2 jam ini, kamu nggak bakalan bisa tenang. Keberadaan si cantik Felice (cieee udah panggilan sayang aja) cukup berjasa untuk mengademkan suasana (baca: mata).

Review Film Inferno Tom Hanks Robert Langdon
Adeeemmm... :)

Apa yang kamu ingat dari film-film Langdon sebelumnya? Mencari petunjuk, memecahkan kode, mengungkap tabir misteri sambil berlari-larian (untungnya selalu bareng cewek cantik) keliling tempat-tempat bersejarah, dan selalu dikejar-kejar orang-orang yang nggak jelas. Bahkan di film ini kamu akan melihat Langdon dikejar-kejar Terminator versi cewek. Okeh, kurang lebih cerita di film ini sama. Iya, sama. Makanya aku bilang dari awal, otakku udah kebal sama bumbunya Om Dan Brown.

Tapi jangan khawatir, buat kamu yang memang mau menonton untuk mencari hiburan, film ini tidak akan mengecewakan! Film ini memiliki semua komposisi yang baik untuk menjadi tontonan menarik dan memuaskan. Tensi film yang nggak pernah membiarkan penonton tenang, sound effect yang nyata, dialog dan akting pemerannya yang convincing serta plot-nya yang cukup menarik untuk terus kamu ikuti sampai akhir. Hanya saja, buat kamu yang sudah sering menonton film semacam ini, tidak ada hal baru di sini, masih bumbu lama. Hal ini bisa berdampak dua hal, fanboy yang akan terus menikmati dan memuji dengan antusias atau penonton yang akhirnya muak. Jujur, aku mungkin menuju ke arah yang terakhir. 

Review Film Inferno Tom Hanks Robert Langdon
Yang jones, mana yang jones?

Overall, aku meninggalkan bioskop tanpa penyesalan. Inferno tetaplah sebuah film yang layak tonton, hitung-hitung cuci mata dengan keindahan-keindahan karya seni Renaisans dan karya Tuhan yang berwujud Felicity Jones. Eh?

6.5/10


EmoticonEmoticon