Selasa, 05 Juli 2016

The Legend of Tarzan: Human. Nature.

The Legend of Tarzan

Yeah, Tarzan! Si anak hutan yang sejak kecil entah mengapa tertinggal di hutan, diasuh oleh gorilla, berjumpalitan di antara sulur-sulur pepohonan dalam rimba hutan tropis. Kebanyakan anak-anak generasi ‘90an tidak asing lagi dengan karakter disney yang satu ini.

Aku punya beberapa alasan klise saat memutuskan untuk menonton film ini. Pertama, pilihannya antara Tarzan, Central Intelligence dan Independence Day 2. Oh, for God sake, I hate ID 2! Film yang sejak prekuelnya hanya mementingkan efek CGI namun hanya mengandalkan plot yang dangkal. Maklumlah, film bertema nasionalisme ala negeri Paman Sam!

Baca juga > Produk Handmade dari Kayu, Karya Anak Bangsa Yang Bisa Bikin Kamu Makin Keren!

Jadi aku memilih The Legend of Tarzan sebagai tontonan ringan tanpa ekspektasi apa-apa. Bukannya kurang suka, tapi jujur, sejak dulu aku masih kurang paham dengan beberapa plot hole dalam kisah Tarzan. Tapi malam itu aku murni hanya ingin menikmati film tanpa berpikir terlalu kritis. Hell yeah! I got my salty popcorn and java tea (I hate soda), pasang sabuk pengaman dan... Boom!

The Legend of Tarzan exceed my expectation! Well, dengan mengambil alur cerita kontemporer, di mana Tarzan (Alexander Skarsgard) sudah civilized, dan telah menikah dengan Jane Porter (Margot Robbie), Tarzan kembali ke Inggris setelah menemukan jati dirinya sebagai John Clayton III, seorang pewaris dari keluarga bangsawan Greystoke. 
 
The Legend of Tarzan

Cerita dimulai saat John Clayton diminta oleh King Leopold, Raja Belgia untuk melihat perkembangan koloni yang dibangunnya di Kongo saat itu. John menolak, namun seorang diplomat Amerika, George Washington Williams (Samuel L. Jackson) membujuknya untuk menerima ajakan itu dan membawa serta dirinya ke Kongo, karena dia mencurigai adanya perbudakan di sana. George ingin menemukan bukti-bukti itu.

Di sinilah aku mulai sadar bahwa film Tarzan yang satu ini memiliki plot yang cukup dalam. Pada adegan pertama kita telah diperkenalkan pada tokoh antagonis utama film ini, Leon Rom (Christoph Waltz), yang membuat sebuah kesepakatan dengan salah satu suku di pelosok hutan Africa.
The Legend of Tarzan

John Clayton, Jane dan George tidak tahu apa yang menunggu mereka di Africa. Baru satu malam mereka melepas rindu dengan suku yang dulu menjadi keluarga mereka di Afrika, Rom dan pasukannya menyerbu kampung itu, membunuh kepala suku, menangkap John, Jane dan beberapa anak-anak muda dari suku itu. Beruntung George datang menolong dengan gaya tembak-menembaknya yang mirip Clint Eastwood. John terlepas, namun Jane berhasil disandera Rom dan dibawa kabur dengan kapal uapnya.

Nah, udah jelas nih gambaran konfliknya. Aku nggak akan spoiler lebih banyak, supaya kamu bisa nonton sendiri film-nya. Saksikan perjuangan Tarzan (John Clayton) untuk menyelamatkan isterinya, Jane dan membebaskan suku-suku di Africa dari perbudakan di film The Legend Of Tarzan. Secara pribadi, aku memberi rating 7.5/10 untuk film ini, layak ditonton di layar lebar!
Sekilas mengenai pemeran-pemerannya, pemilihan Alex Skarsgard menurutku sudah tepat, aktor Swedia ini cukup menggambarkan karakter Tarzan yang liar dan introvert. Begitu juga dengan Margot Robbie yang memerankan Jane Porter. Di sini Margot Robbie memberikan pesona yang berbeda dibandingkan saat di Wolf of Wallstreet. Karakter Jane lebih fierce, blunt, namun tetap anggun dan... menggairahkan! Sayangnya... Lembaga Sensor Film (LSF) bulan ini kurang bersahabat! Dengan egoisnya menggunting adegan-adegan masterpiece dari Margot Robbie! Faaakk! Semoga tidak terulang lagi di bulan Agustus (Suicide Squad).

Baca juga > Episode 9, Momen Paling Maut di Setiap Season Game of Throne

Christoph Waltz sudah menjadi pemeran antagonis favoritku sejak berakting di film besutan Quentin Tarantino, Inglorious Basterds. Dialog-dialog dan aktingnya sangat meyakinkan. Aku yakin, ke depan dia akan banyak dapat peran-peran serupa yang memerlukan tokoh antagonis yang elegan, praktikal dan berkarakter.

The Legend of Tarzan

Samuel L. Jackson, like everybody said, black men are talkative and funny! Karakter George Washington Williams mengisi kekosongan dari karakter Tarzan yang cool, pendiam dan introvert akut. Dengan lakon-lakon slapstick dan dialog-dialog yang khas, Samuel L. Jackson cukup mumpuni memberikan bumbu-bumbu di film ini.

The Legend of Tarzan

Oh, ya! Tahukah kamu bahwa saat menghadiri MTV Movie Awards tahun ini, Alexander Skarsgard dan Samuel L. Jackson tampil sebagai salah satu pasangan host untuk acara penghargaan itu. Uniknya, Alex memutuskan untuk memberikan kejutan pada para fans, sekaligus mempromosikan film Tarzan terbaru ini. Alexander Skarsgard tampil tanpa celana! Dia hanya memakai setelan tuxedo dari pinggang ke atas! Selain itu dia hanya memakai celana dalam saja! Gokil!

That’s all folks!
I’m glad that I decided to watch this movie. Film ini sangat layak untuk ditonton! Jadi manfaatkan liburan ini untuk mengajak teman atau saudara atau gebetanmu untuk berpetualang bersama Tarzan di rimba hutan Afrika

Terimakasih sudah mampir dan membaca,
Stay sharp, stay humble dan jangan lupa bahagia!
Adios!


EmoticonEmoticon