Selasa, 12 Juli 2016

Review Film Koala Kumal, Sebuah Komedi Patah Hati


Koala Kumal. Kalau dari judulnya, memang nggak kelihatan apa sih hubungannya si Koala dengan patah hati? Tapi justru itu yang membuat film ini menarik menurutku. Film ini tidak mudah ditebak, bang Raditya Dika benar-benar berhasil menghasilkan sebuah karya yang mengundang banyak kekaguman kali ini.

Review Film Koala Kumal, Sebuah Komedi Patah Hati

Seperti kebanyakan filmnya bang Raditya Dika, Koala Kumal juga diangkat dari buku/novelnya yang berjudul sama. Sebelumnya bang Dika juga sudah mengangkat Manusia Setengah Salmon, Marmut Merah Jambu dan Single ke layar lebar, jadi film Koala Kumal ini adalah film keempatnya.

Sedikit OOT, sejujurnya aku kurang suka film-film bang Dika yang sebelumnya, karena menurutku bukunya masih lebih asyik, atau mungkin adaptasinya yang masih belum mengena di hati. Marmut Merah Jambu adalah film pertama yang disutradarai langsung oleh bang Dika, jadi mungkin hasilnya masih kurang maksimal karena do’i masih belajar.

Aku sendiri akhirnya tertarik untuk menonton Koala Kumal karena proses pengerjaan dan promosinya yang banyak terselip di Vlog-vlog dan feed harian dari medsosnya bang Dika. Di situ aku melihat bahwa sepertinya bang Dika sudah lebih matang dari sebelumnya, dan memang kali ini aku pun tersenyum lebar melihat buah perjuangannya. Mulai dari pemutaran perdana sampai detik tulisan ini diturunkan antrian penonton di berbagai kota di Indonesia terus mengular demi film Koala Kumal. Bravo bang Dika!

Review Film Koala Kumal

Koala Kumal sendiri bercerita tentang Dika, seorang cowok yang sedang sibuk-sibuknya mengurus rencana pernikahannya dengan pacarnya Andrea (Acha Septriasa) namun harus kandas di tengah jalan karena ternyata Andrea berselingkuh dengan James (Nino Fernandez), seorang dokter tajir yang lebih ganteng dan sukses dari pada Dika. Hal ini membuat Dika mengalami patah hati yang berkepanjangan, bahkan karena itu dia mengalami writer’s block (sebuah fenomena di mana seorang penulis mengalami kebuntuan/ hilang inspirasi untuk menulis).

Pada suatu ketika, Dika bertemu dengan Trisna (Sheryl Sheinafia), seorang perempuan aneh dengan pandangan yang gila terhadap patah hati. Trisna mengajak Dika keluar dari kegalauannya, dia berusaha menjodohkan Dika dengan banyak perempuan, namun selalu berakhir gagal. Hingga akhirnya Trisna menyadari bahwa selama ini Dika ternyata belum move on dari Andrea, dan ini berdampak buruk pada pekerjaannya sebagai penulis.

Review Film Koala Kumal, Sebuah Komedi Patah Hati

Film ini menjadi semakin seru dan kocak saat Trisna mengajak Dika untuk menjalankan aksi balas dendam terhadap Andrea dan James. Berhasilkan rencana balas dendam itu? Apakah sebenarnya motif Trisna sehingga dia sangat nekat? Hehehe, penasaran? Yaudah sana buruan ngantri tiketnya ke bioskop terdekat.
Secara pribadi, aku merasa bersalah sama bang Dika. Awalnya aku agak pesimis dengan film ini, dan aku menontonnya dengan menyiapkan hati untuk tidak berekspektasi apa-apa, aku benar-benar meremehkan film ini. Tapi justru di situ bang Dika membuktikannya, dia telah berhasil membuat film yang menghibur, alur cerita yang tidak mudah ditebak, pace menonton yang nyaman, serta pesan moral dan filosofis yang ditanamkan dalam ceritanya. Aku puas dengan caramu mengakhiri cerita di film ini bang, sangat dewasa! Aku percaya dengan film ini bang Dika telah berhasil sedikit demi sedikit menggeser paradigma tentang patah hati di kalangan anak-anak muda. Terus berkarya, bang!

Overall, it’s 8,5/10!
_____________________***______________________
Behind the scene!
Waktu aku lagi browsing gambar untuk postingan ini, aku nemu foto Koala Kumal yang asli. Foto Koala yang malang inilah mungkin yang menjadi inspirasi cerita ini. Jujur, nyesal banget aku ketemu foto ini, rasanya sedih bukan main! Poor Koala, may you find another home soon!
Review Film Koala Kumal, Sebuah Komedi Patah Hati

That’s all folks!
Terima kasih udah membaca cuap-cuap anak Medan yang tak seberapa ini tentang film Koala Kumal. Seperti biasa, bila artikel ini bermanfaat, silahkan di share ke teman-teman kamu. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.
Stay sharp, stay humble dan jangan lupa bahagia!
Adios!



EmoticonEmoticon