Minggu, 24 April 2016

Kenapa Lulusan Perguruan Tinggi Semakin Sulit Dapat Pekerjaan? Part I

Kenapa Lulusan Perguruan Tinggi Semakin Sulit Dapat Pekerjaan? Part I

Tadi pagi aku membaca berita di salah satu portal berita ternama kita, berita tersebut mengangkat tajuk yang cukup memprihatinkan. Angka penganggur terdidik di Inonesia meningkat. Penganggur terdidik. Wow, bahasanya super sekali.

Para penganggur terdidik ini adalah mereka yang sudah lulus pendidikan tinggi dan mengantongi ijazah diploma tiga (D3) atau ijazah strata satu (S-1). Menurut sumber tadi, yang paling banyak adalah yang S-1. Apakah kamu salah satunya?

Cukup miris yah? Sudah disekolahkan tinggi-tinggi oleh orangtua namun masih sulit mendapatkan pekerjaan. Kabarnya salah satu alasan mengapa pengangguran ini terjadi adalah karena adanya ketimpangan antara profil lulusan universitas dengan kualifikasi tenaga kerja siap pakai yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ini maksudnya apa ya?

Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa lulusan perguruan tinggi saat ini kesulitan mendapatkan pekerjaan. Kita akan bahas satu per satu.

Kenapa Lulusan Perguruan Tinggi Semakin Sulit Dapat Pekerjaan? Part I


1. Meningkatnya Persaingan

Di zamannya orangtua kita dulu, pendidikan tinggi itu adalah sesuatu yang mewah dan hanya bisa dimiliki oleh orang-orang kaya dan elit. Namun di era millennial ini, perguruan tinggi sudah terjangkau dan menjadi suatu pilihan yang wajib bagi setiap lulusan sekolah (SMA sederajat) yang ingin mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Akibatnya, lulusan-lulusan perguruan tinggipun menjadi sangat banyak. Bayangkan saja, ada berapa perguruan tinggi tersebar di seluruh Indonesia? Setiap tahunnya meluluskan puluhan ribu sarjana. Padahal seperti yang kita tahu, jumlah lapangan kerja sangat terbatas sehingga persaingan pun meningkat.

Aku yakin, kamu yang sedang membaca tulisan ini juga pasti mengenal seseorang, entah teman atau keluarga, yang sudah lulus kuliah namun masih kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Jika zaman dulu hanya dengan memiliki gelar sarjana saja sudah menjamin kamu bisa dapat pekerjaan yang bagus, hal itu tidak berlaku lagi. Di era millennial, kamu memerlukan lebih dari sekedar gelar untuk bisa berkompetisi di dunia kerja. Tweet this!

Kenapa Lulusan Perguruan Tinggi Semakin Sulit Dapat Pekerjaan? Part I

2. Memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pengalaman kerja.
Seperti yang tadi kita sudah ketahui, banyak lulusan kuliah yang berpikir bahwa hanya dengan memiliki gelar sarjana saja mereka sudah memenuhi kualifikasi untuk melamar pekerjaan. Jadi mereka menghabiskan masa-masa kuliah mereka dengan kegiatan-kegiatan hura-hura ala mahasiswa yang sejatinya hanya buang-buang waktu dan uang saja.

Jadi apa yang membedakan seorang sarjana dengan sarjana lainnya? Pengalaman kerja! Karena banyak dari teman-teman kita yang sampai saat ini masih kesulitan mendapat pekerjaan karena terjebak di dalam lingkaran setan yang bernama pengalaman kerja ini. Mereka tidak bisa melamar sebuah pekerjaan karena pekerjaan tersebut menuntut pengalaman kerja, mereka memerlukan sebuah pekerjaan untuk memiliki pengalaman kerja, namun tanpa pengalaman kerja, mereka juga tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Begitulah seterusnya dan seterusnya.

Kenapa Lulusan Perguruan Tinggi Semakin Sulit Dapat Pekerjaan? Part I

Itulah sebabnya penting bagi kamu untuk aktif mencari peluang magang di perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan jurusanmu. Sehingga sebelum kamu lulus sarjana, kamu sudah memiliki pengalaman kerja. Meskipun gajinya tidak seberapa dan kamu diperlakukan seperti pembantu umum, tidak apa-apa dari pada di kemudian hari kamu berkeliaran di jalan sambil membawa berkas lamaran kerja.

Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur lulus tanpa pengalaman kerja? Apakah mereka harus pasrah pada lingkaran setan yang bernama pengalaman kerja itu? Tidak juga, yang mereka perlu lakukan adalah membuang ‘gengsi’ mereka terlebih dahulu. Kebanyakan lulusan S-1 memiliki gengsi yang terlampau tinggi, maunya langsung diterima kerja di posisi yang bagus, perusahaan yang bonafid dan gaji yang tinggi. Semua itu hanya mimpi, karena untuk menempati posisi seperti itu diperlukan pengalaman dan prestasi kerja.

Dengan membuang gengsi, lalu memberanikan diri untuk melamar pada perusahaan yang masih berkembang, berani merendahkan hati untuk masuk dari posisi bawah atau bisa juga mengikuti program magang yang gratis (tidak digaji) di perusahaan-perusahaan besar. Semua pengorbanan ini memang berat dan menyakitkan. Tapi itu adalah harga yang harus kamu bayar karena melewatkan kesempatan untuk magang saat masih kuliah.
Kenapa Lulusan Perguruan Tinggi Semakin Sulit Dapat Pekerjaan? Part I

3. Tidak Memiliki Skills
Kamu harus memiliki kecakapan (aneh kan kalau diterjemahkan, :P) atau skills di bidang tertentu untuk bisa memberi kontribusi yang bernilai pada sebuah perusahaan. Skills di bidang komputer (setidaknya kemampuan komputer dasar dan kantoran) saat ini merupakan sebuah keharusan di luar dari skills yang kamu miliki dari disiplin ilmu yang kamu pelajari saat kuliah.

Selain skills yang berasal dari jurusanmu, kamu juga harus menguasai critical skills, agile thinking ability dan interpersonal/communication skills.
Pemahaman mengenai skills ini sangat luas, silahkan kamu telusuri lebih lanjut untuk setiap jenis skill-nya.

4. Kurangnya network dan koneksi
Untuk mencegah artikel ini terlalu panjang, kita akan lanjutkan di part ke 2:


EmoticonEmoticon